UCAPAN

SELAMAT DATANG DAN TERIMAKASIH TELAH MENGUNJUNGI BLOG " GBI DEBEGAN " TUHAN YESUS MEMBERKATI ANDA.

Selasa, 05 Oktober 2010

Resep Melayani TUHAN

 
 

Sent to you by Debora via Google Reader:

 
 

via Catatan Facebook Sinar Viktori Gemilang by Sinar Viktori Gemilang on 10/4/10

Hal paling mendasar yang harus dilakukan setiap orang, baik kepada Tuhan maupun sesama, adalah kesediaan untuk melayani. Namun tidak semua pelayanan adalah berkenan di hadapan Tuhan. Ada hal-hal yang harus diperhatikan. Berikut ini adalah empat di antaranya.

 

1. Pengurbanan diri.

Kristus datang ke dunia untuk melayani, bukan untuk dilayani, Dia menginginkan umat-Nya bergerak dengan hati yang melayani. Pengurbanan diri berarti mengarahkan pikiran pada kebutuhan orang lain dan berusaha memenuhinya sekali pun harus mengurbankan kepentingan diri pribadi. Bersiaplah untuk mengurbankan apa yang ada dalam hidup Anda --tenaga, uang, waktu, kenyamanan, bahkan hidup Anda sendiri-- sebelum Anda melayani orang lain, karena melayani identik dengan pengurbanan.

 

2. Belas kasih yang nyata.

Kasih hendaknya menjadi penggerak utama untuk kita melayani sesama, bukan karena program gereja atau karena orang lain. Kasih sejati selalu disertai tindakan nyata, seperti yang ditunjukkan dalam perumpamaan tentang orang Samaria yang baik hati. Ia rela mengotori tangannya demi yang membutuhkan tanpa memandang latar belakang orang itu (Lukas 10:25-37). Di akhir perumpamaan-Nya, Yesus berkata, "Pergilah, dan perbuatlah demikian!"

 

3. Kesediaan hati.

Kesediaan hati atau kerelaan diperlukan untuk dapat melayani orang lain. Kerelaan hati juga berarti melakukan sesuatu dengan sukarela, tanpa mengharapkan imbalan, atau mencari keuntungan. Kesediaan memberi hendaknya dilakukan dengan apa yang kita punya, bukan dengan apa yang tidak kita punyai. "Sebab jika kamu rela untuk memberi, maka pemberianmu akan diterima, kalau pemberianmu itu berdasarkan apa yang ada padamu, bukan berdasarkan apa yang tidak ada padamu" (2 Korintus 8:12).

 

4. Ketekunan.

Hidup melayani orang lain tidak dilakukan dalam masa yang singkat melainkan akan berlangsung sepanjang kehidupan kita. Melayani dengan ketekunan dan kesabaran ibarat aliran air yang menyegarkan tanah yang haus, sedangkan pelayanan tanpa ketekunan ibarat banjir yang menerjang sehingga menyebabkan bencana tanah longsor. Layanilah orang lain dengan penuh kesabaran dan ketekunan sehingga pelayanan kita dapat bermanfaat dan dirasakan orang lain. Selamat melayani! 

 

 

YESUS KRISTUS mengasihi Anda..

 

 

 

 

 

 

(Sumber: Renungan Malam, Juni 2009)



 
 

Things you can do from here:

 
 

[04/09/2010] INTERVIEW WITH GOD

 
 

Sent to you by Debora via Google Reader:

 
 

via Catatan Facebook Renungan Harian "Nilai Kehidupan" by Renungan Harian "Nilai Kehidupan" on 10/4/10

"Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kauketahui." (Yeremia 33:3)

Man: Selamat pagi Tuhan. Bolehkah saya bertanya: Apa yg paling mengherankan bagiMU tentang kami manusia? 

 

GOD: Hmm .. Pertama, kalian suka mencemaskan masa depan, sampai lupa hari ini. Kedua, kalian hidup seolah olah tidak bakal mati. Ketiga, kalian seringkali bersikap seperti anak kecil: suka bertengkar, ngambek, dan ribut karena soal-soal sepele. Keempat, kalian rela kehilangan kesehatan demi mengejar uang, tetapi membayarnya kembali untuk mengembalikan kesehatan itu. Hal-hal seperti itulah yang membuat hidup kalian susah. 

 

Man: Lantas apa nasihat Tuhan agar kami bisa hidup BAHAGIA? 

 

GOD: Sebenarnya semua nasihat sudah pernah diberikan. Inilah keanehan kalian: Suka melupakan nasihat-KU. Baiklah Ku-ulangi lagi ya beberapa yg terpenting:

Pertama, kalian harus sadar bahwa mengejar rejeki adalah sebuah kesalahan. Yang seharusnya kalian lakukan ialah menata diri agar kalian layak dikucuri rejeki. Jadi jangan mengejar rejeki, tetapi biarlah rejeki yang mengejar kalian.

Kedua, Ingat "siapa" yang kalian miliki itu lebih berharga dari pada "apa" yang kalian punyai. Perbanyaklah teman, kurangi musuh.

Ketiga, Jangan bodoh dengan cemburu dan membandingkan yang dimiliki orang lain, melainkan bersyukurlah dengan apa yang sudah kalian terima. Khususnya, kenalilah talenta dan potensi yang kalian miliki lalu kembangkanlah itu sebaik-baiknya, maka kalian akan menjadi manusia unggul, maka otomatis rejeki yang akan mengejar kalian.

Keempat, ingat orang yg disebut kaya bukanlah dia yg berhasil mengumpulkan yang paling banyak, tetapi adalah dia yang paling "sedikit" memerlukan, sehingga sanggup memberi kepada sesamanya. Paham? Dan yang terpenting buat kamu yang membaca ini, mengerti dan bertindaklah. Ingat janji-Ku ini : "Aku tidak akan pernah meninggalkanmu …" [RA]



 
 

Things you can do from here:

 
 

Dengarkan Hati Nurani

http://renungan-harian-kita.blogspot.com/2008/12/dengarkan-hati-nurani.html

---
This message was sent by enny_debora@yahoo.com via http://addthis.com. Please note that AddThis does not verify email addresses.

Make sharing easier with the AddThis Toolbar: http://www.addthis.com/go/toolbar-em