UCAPAN

SELAMAT DATANG DAN TERIMAKASIH TELAH MENGUNJUNGI BLOG " GBI DEBEGAN " TUHAN YESUS MEMBERKATI ANDA.

Selasa, 12 Oktober 2010

Kiat Membuat Pernikahan Anti Cerai

 
 

Sent to you by Debora via Google Reader:

 
 

via Catatan Facebook Sinar Viktori Gemilang by Sinar Viktori Gemilang on 10/11/10

"Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia." (Matius 19:6)

 

Punya Mimpi

Seperti sebuah kapal tak berdermaga, demikian bahtera rumah tangga Anda bila tak memiliki impian. Ketahuilah bahwa impian adalah kompas bagi pernikahan. Anda tidak dapat meninggalkan warisan yang lebih berharga kepada keturunan Anda, selain sejumlah cara membuat pernikahan kebal perceraian dan mewujudkan mimpi yang Tuhan miliki bagi keluarga.

 

Milikilah Kasih Tanpa Syarat

Kasih merupakan syarat mutlak untuk melangkah ke pernikahan. Kasih harus terus dipupuk dan dipelihara. Kasihilah pasangan Anda dengan kasih yang tanpa syarat, sebab saat Anda menikah maka Anda sudah menjadi satu dengan pasangan. Anggaplah pasangan Anda merupakan harta paling berharga, dan Anda tak ingin kehilangan harta itu.

 

 

EkspresiKAN Cintamu

Untuk membuat pernikahan kebal terhadap perceraian, dengan mengandalkan jenis cinta yang lama akan sulit untuk berhasil. Anda perlu mengerti dan mengalami dulu cinta yang Tuhan sudah berikan untuk membuat pernikahan Anda tetap hidup dan penuh warna. Setelah itu aktifkan 6 ekspresi cinta ini dalam pernikahan Anda:

 

1. Cinta yang Mengampuni

Cinta yang mengampuni menyembuhkan luka hati, serta membantu pasangan merasa diterima dan dianggap penting. Cinta ini tak mengenal waktu dan jumlah. Di sinilah cinta sejati dengan pengorbanan akan nyata.

 

2. Cinta yang Melayani

Cinta ini akan menolong Anda untuk menemukan dan memenuhi kebutuhan yang terdalam dari pasangan, sehingga merasa dihormati dan dimengerti. Di sinilah terjadi yang namanya saling melengkapi. Tak ada salahnya bergantian mengantar anak ke sekolah, atau bergantian menjaga si kecil bermain, membuat secangkir kopi atau teh untuk pasangan.

 

3. Cinta yang Teguh

Cinta yang teguh merupakan batu karang yang tak akan menggoyahkan Anda dalam melewati badai pencobaan dan kepedihan hidup rumah tangga. Pastikan cinta Anda kepada pasangan tertanam kuat sehingga Anda terhindar dari berbagai godaan. Godaan bisa datang dari situs pertemanan di dunia maya, teman kantor, bahkan situs pornografi. Waspadalah!

 

4. Cinta yang Melindungi

Cinta yang melindungi pasangan dari ancaman akan membantunya merasa aman dan nyaman. Anda bisa memulainya dari hal kecil. Misal seorang suami mengusir kecoa dari ruang tidur, atau membuat surprise untuk suami ketika penat dengan pekerjaan.

 

5. Cinta yang Penuh Pujian

Cinta yang penuh dengan pujian membuat api cinta tetap hidup, tak hanya di kamar tidur tetapi di semua bidang. Ada dua macam pujian yang bisa Anda beri yaitu verbal dan non verbal. Pujian verbal sering kali lewat kata-kata pujian, misalnya "Kamu istri yang paling cantik", "Kamu memang suami yang bertanggung jawab". Pujian non verbal bisa dengan memberikan setangkai bunga di meja kerja pasangan kita, atau menyiapkan makan malam romantis untuk pasangan.

 

6. Cinta yang Diperbaharui

Cinta level ini menganggap janji pernikahan tidak dapat dipatahkan. Anda dapat memperbaharui janji pernikahan setiap hari di hadapan Tuhan, lewat mezbah keluarga bersama pasangan. Mungkin Anda bisa merencanakan bulan madu kedua, ketiga, bahkan seterusnya.

 

Berkomunikasi secara bebas

Komunikasi merupakan unsur yang sangat penting untuk memperdalam dan mempertahankan hubungan. Selain kualitas topik pembicaraan, kuantitas komunikasi merupakan hal yang sangat penting. Luangkan waktu untuk bercakap-cakap dengan pasangan Anda setiap hari. Hal ini akan sangat efektif membantu mempertahankan pernikahan Anda. Nikmatilah kedekatan emosional, fisik, dan rohani bersama pasangan Anda.

 

Tidak menyimpan rahasia

Salah satu poin penting yang harus diperhatikan dalam menjalin hubungan yaitu kejujuran dan keterbukaan. Apabila Anda seorang pria, Anda harus mengerti bahwa kejujuran dan keterbukaan adalah salah satu kebutuhan utama dari pasangan Anda.

 

Libatkan Tuhan dalam pernikahan Anda

Dalam segala hal, yang paling utama kita harus melibatkan Tuhan. Hal apapun yang hendak diputuskan, yang menyangkut hubungan dengan pasangan, libatkan dan utamakan Tuhan.

 

 

YESUS KRISTUS mengasihi Anda..

 

 

 

 

 

 

(Sumber: Majalah Bahana, Oktober 2010)



 
 

Things you can do from here:

 
 

Ibadah yang memberi Keuntungan Besar

 
 

Sent to you by Debora via Google Reader:

 
 

via Catatan Facebook Purim Marbun by Purim Marbun on 10/11/10

 1 Timotius 6:6-7 " Memang ibadah itu kalau disertai ras cukup, memberi keuntungan besar. Sebab kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kita pun tidak dapat membawa apa-apa keluar "

 

Keuntungan besar! Siapa yang tidak mau? Semua orang di dunia ini pasti mau menerima atau mendapatkan keuntungan besar. Apalagi jika keuntungan itu dihubungkan dengan hal-hal materi: uang, harta, dll. Dan bisa juga keuntungan lainnya seperti penghormatan, penghargaan, dan juga apresiasi lainnya. Sebagai manusia tentunya tidak akan ada yang menolak keuntungan, ditambah lagi jika itu datangnya dengan cara yang benar dan tepat. Allah menjanjikan keuntungan besar bagi kita sebagai anak-anak Tuhan, hanya saja yang perlu kita pahami adalh bukan keuntungan lahiriah belaka, tetapi menyangkut hal-hal yang batiniah.

 

Dalam teks bacaan firman Tuhan di atas, disebutkan bahwa ibadah yang disertai rasa cukup memberi keuntungan besar. Ini berarti ibadah orang-orang yang percaya seharusnya membawa keuntungan yang besar, namun diisyaratkan bahwa harus dengan pola pengucapan syukur kepada Tuhan. Rasa syukur itu, disebutkan dalam bahasa sederhana yakni rasa cukup. Kata ini menjadi penting kita renungkan, karena ternyata ibadah yang memberi keuntungan besar itu, tidak dinilai dari banyaknya apa yang kita lakukan dalam kelompok komunitas kita, bukan juga karena gerejanya megah atau fasilitasnya mewah. Justru ibadah itu memberi keuntungan besar sangat tergantung dengan pola yang dijalankan setiap pribadi, yakni dibangun dengan rasa cukup.

 

Ibadah yang memberi keuntungan besar, pada dasarnya dapat kita alami tatkala pola pikir dan gaya hidup yang kita bangun selalu berdasar pada rasa cukup. Ini memberikan pemahaman bahwa ucapan syukur yang melimpah, dan sikap hati yang mampu menerima segala sesuatu dengan baik membuat tingkat kerohanian kita lebih baik. Karena itu keuntungan yang terjadi bagi kita apabila ibadah didasarkan pada rasa cukup yakni pertama, kita memiliki persepsi yang positif terhadap keadaan . Banyak orang di dalam gereja selalu memandang dirinya negatif, menyalahkan diri sendiri bahkan sering tidak berdamai dengan diri sendiri. Bisa dipastikan bahwa pribadi yang demikian ini sulit mengalami pertumbuhan iman, juga sulit untuk menemukan diri yang sesungguhnya. Kedua, keuntungan besar yang kita dapat bila ibadah kita didasarkan pada rasa cukup, kita mampu menghitung karya Tuhan dalam hidup kita. Kebiasaan orang yang tidak pernah bersyukur karena mereka merasa tidak cukup, dan gaya hidup yang seperti ini membutakan mata kita terhadap apa yang Tuhan telah lakukan dalam hidup ini. Terkadang yang serng terjadi  dala diri mereka yang selalu merasa kurang alias tidak cukup, mengukur diri dengan membandingkan dengan orang lain. Ketiga, kita bisa bertumbuh menjadi lebih dewasa. Kedewasaan salah satunya dicirikan oleh bagaimana kita mengembangkan rasa cukup, dengan bersyukur atas berkat Tuhan. Rasa cukup disini bukan berarti kita tidak mau melakukan sesuatu yang lebih lagi. Juga bukan berarti kita passif, lalu hanya menerima keadaan apa adanya, melainkan mampu menempatkan diri kita dengan baik atas semua kondisi dan situasi kita.

 

Apakah ibadah kita membawa keuntungan besar? Rindukah kita mengalami keuntungan besar dalam hidup ini? kembangkan rasa cukup dan nikmati berkat Tuhan yang dijatahkan dalam hidup kita masing-masing.

 

Selamat pagi

Tuhan memberkati



 
 

Things you can do from here:

 
 

Selasa, 05 Oktober 2010

Kesaksian Pendeta Daniel Ekechukwu: "Bangkit dari kematian"

 
 

Sent to you by Debora via Google Reader:

 
 

via Catatan Facebook Sinar Viktori Gemilang by Sinar Viktori Gemilang on 10/3/10

Kisah Nyata 

 

Pendeta Daniel Ekechukwu mengalami suatu kecelakaan mobil yang mengakibatkan kematian baginya, namun oleh kemurahan Tuhan akhirnya beliau dapat hidup kembali. Selama menjalani kematian, malaikat mengajak rohnya berjalan-jalan ke sorga dan neraca. Inilah kisah nyata perjalanan spiritual itu. Berikut kesaksiannya:

 

 

Aku pergi ke kampung di mana ayahku tinggal. Ada oleh-oleh yang kubawa untuknya. Aku mengatakan kepadanya bahwa aku akan kembali dengan membawa banyak beras untuk keperluan Natal. Dalam perjalanan pulang ke rumah (Onitsha), ada lembah sangat besar. Lembah dan bukit di sana sangat curam. Selagi aku mengemudi kendaraan, rem yang kuinjak gagal. Aku mencoba untuk mengendalikan, tetapi aku tak bisa. Sebab bukit di situ sangat berbahaya, ada banyak tiang-tiang pada kiri kanan jalan untuk menjaga agar kendaraan tidak jatuh ke jurang. Kendaraanku menabrak jurang dan dadaku terhentak tangkai stir mobil. Aku muntah darah segar keluar dari hidungku. Juga ada banyak yang bersama denganku, dan iapun terluka. Kemudian orang-orang banyak mengerumuniku. Aku ingat mereka mengangkatku ke dalam ambulan dan membawa ke rumah sakit. Itulah yang aku ingat.

 

Ketika di rumah sakit aku siuman. Aku melihat ke sekeliling dan tampak olehku alat infus dan alat-alat kedokteran lainnya yang dipasang ke tubuhku. Aku meminta kepada mereka agar istriku datang. Ketika mereka membawa isteriku aku mengatakan agar aku dibawa saja ke dr. Misereke di Owerri. Dialah dokter yang kusukai. Suatu ketika aku pernah terluka, dialah yang merawatku. Sehingga aku yakin bahwa dia mau mengantarku ke dokter tersebut. Kemudian jalanlah kami ke rumah sakit di Owerri.

 

Ada beberapa pendeta dan beberapa orang menyertaiku. Aku kuatir terjadi apa-apa diperjalanan nanti, maka aku meminta agar isteriku diijinkan untuk ikut dalam ambulan. Jadi aku dan isteriku ada di ambulan. Pada saat itulah aku melihat dua malaikat masuk ke dalam ambulan. Tiba-tiba saja aku terkejut dan takut dan ingin bicara keras tentang apa yang sedang kulihat. Tapi salah satu dari mereka menutup mulutku, sehingga aku tidak dapat berbicara.

 

Aku cuma bicara dengan isteriku agar ia mau memelihara Jemaat Tuhan dan lain sebagainya. Aku pikir dia tidak tahu. Kemudian kedua malaikat membawaku pergi. Kami tiba di suatu tempat dan mereka menggandeng tanganku, dan ada salah satu dari mereka yang membawa aku, dan dia mengatakan, "Mari pergi ke sorga." Itulah yang dikatakannya kepadaku. Aku berbicara dengannya (malaikat) persis seperti berbicara dengan manusia. Aku mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepadanya dan iapun menjawabku. Ia menggandengku seperti teman. Dia mengatakan kami sudah sampai ke surga. Iapun membawaku ke suatu tempat, di mana aku melihat banyak kumpulan orang. Malaikat yang bersamaku memakai pakaian putih. Tubuhnya putih murni. Pakaiannya putih murni. Ketika aku melihat kumpulan besar tersebut, rasanya aku menjadi salah satu bagian dari mereka.

 

Dalam hati aku berkata "Lihat di mana malaikat bersama-sama mereka." Kemudian ia (malaikat) mengatakan padaku bahwa mereka adalah orang-orang kudus yang sudah mati berkumpul. Inilah tempat bagi mereka. Jadi, ketika aku melihat mereka, mereka memuji-muji Tuhan. Sungguh luar biasa. Kau tahu, seakan-akan ada kuasa di dalam yang mengendalikan suasana yang mereka lakukan. Kalau mereka ingin mengangkat tangan, maka serempak mereka lakukan. Tak seorangpun yang mendahului atau lebih lambat. Jika mereka ingin sujud, mereka serempak bersujud. Dan tak seorangpun yang lebih cepat atau lebih lambat. Seakan-akan ada kekuatan yang mengendalikan semua yang mereka lakukan tersebut. Aku juga mendengar suara alat-alat musik, tapi tidak kulihat alat-alat musik tersebut.

 

Saat pengalaman ini berlangsung dan menyatu, aku terhanyut ingin bergabung ke tengah-tengah mereka tetapi malaikat itu berkata, "Jangan, masih banyak orang yang akan kutunjukkan kepadamu, jangan kesana. Mari kita lihat rumah besar seperti yang dijanjikan Yesus." Maka malaikat itu membawa aku ke suatu tempat yang luar biasa. Hal itu sangat nyata kulihat, sampai aku tidak bisa menggambarkan keindahan tersebut. Pokoknya sangat-sangat mulia. Aku sangat terkagum dengan rumah tersebut, semua tampak seperti kaca dan seperti emas, tak bisa digambarkan. Setiap bunga tampak seperti emas. Ketika aku sedang melihat tempat tersebut, dia mengatakan padaku bahwa Yesus sudah menyelesaikannya, tetapi sayang orang-orang kudus belum siap. Kemudian malaikat tersebut berkata, "Mari ikut aku ke neraka." Itulah saat terakhir aku melihat sorga. Lalu sesuatu terjadi seketika. Hanya dari ucapan kami muncul di tempat itu. Kami tidak pernah terbang ataupun bergerak. Seketika malaikat berkata, "Mari kita kunjungi rumah besar." Dalam sekejap mata aku melihat sebuah tempat yang kelihatan seperti rumah besar. Di rumah besar tersebut malaikat berkata, "Mari kita kunjungi neraka." Sekejap mata, kami telah sampai. Kami bergerak mendekati tempat tersebut dan tampaklah pintu gerbang yang sangat besar, teramat besar. Tampak tulisan di puncak gerbang "SELAMAT DATANG DI PINTU GERBANG NERAKA."

 

Malaikat tersebut menggandeng tanganku memasuki gerbang tersebut. Malikat itu menurunkan tangannya, maka terbukalah gerbang dan terdengar suara bising (gaduh) yang teramat sangat. Tiba-tiba gerbang tersebut terbuka. Aku mulai mendengar ratapan. Kemudian aku melihat ke dalam, tampak orang-orang seperti saya di sini. Mereka mengenakan pakaian, mereka punya tubuh yang sama seperti kita, beberapa hitam dan putih. Mereka berbeda dengan apa yang saya lihat sebelumnya di sorga. Mereka sedang berteriak, tampak sangat menderita dan tersiksa. Aku sendiri tidak menyadari kalau mereka melihat aku bersama malaikat, karena memang aku sedang bersama malaikat.

 

Herannya mereka tidak meminta pertolongan kepada malaikat. Malahan minta pertolongan padaku. Kulihat seorang dalam keadaan ketakutan berusaha menyentuhku. Ia berteriak, "Aku ini pendeta, aku hanya mencuri uang gereja dan aku berusaha untuk mengembalikan segera." Dia hanya ingin mengatakan bahwa ia akan segera mengembalikannya, itulah sebabnya supaya aku mau menolongnya. Sungguh aku belum pernah melihat api yang menjilat-jilat seperti di neraka itu. Aku melihat orang-orang disiksa di dalam api. Tentang semuanya ini, malaikat mengatakan kepadaku agar dicatat untuk dibawa. Kemudian malaikat tersebut memberiku buku catatan dan bolpen kepadaku. Maka aku mencatat semua pengalaman ini. Ketika aku bangun hal pertama yang kuingat adalah catatanku tadi. Maka kukatakan, "Mana catatanku, mana catatanku?" Tapi mereka tidak mengerti yang kumaksud. Jadi semua yang kulihat kucatat. Kemudian aku menyadari bahwa catatanku, mungkin ingatanku sendiri (pengalamanku). Jadi ketika aku sedang berdiri dan minta agar malaikat menolong mereka, ia (malaikat) mengatakan bahwa aku punya kesempatan lain untuk kembali. Dia mengatakan semua ini, bahwa orang kaya (dalam Alkitab) di alam maut telah diturunkan pada generasi ini. Aku tidak mengerti maksudnya. Sesudah aku bangun dan membaca dalam Alkitab, aku menyadari bahwa permintaan orang kaya tersebut, yakni agar orang mati dibangkitkan kembali kedunia.

 

Malaikat mengatakan kepadaku bahwa ia akan memberiku kesempatan lain, dan untuk kembali kedunia sebagai peringatan terakhir pada generasi ini. 

 

 

YESUS KRISTUS mengasihi Anda..

 

 

 

 

 

 

(Sumber: gpdimaranatha.org)



 
 

Things you can do from here: