UCAPAN

SELAMAT DATANG DAN TERIMAKASIH TELAH MENGUNJUNGI BLOG " GBI DEBEGAN " TUHAN YESUS MEMBERKATI ANDA.

Senin, 10 September 2012

KEKUATAN SEBUAH PUJIAN



Ada dua gadis bekerja pada sebuah perusahaan yang sama. Nona Wang dan Chang. Keduanya memiliki karakter yang berbeda dan karenanya tak dapat sharing atau bertukar pikiran bersama. Walaupun keduanya tidak saling membenci, namun mereka bukanlah sahabat karib dan tak saling mengagumi cara kerja serta sifat masing-masing.

Suatu hari, nona Chang meminta teman kerja yang lain, Pak Chou, untuk menegur nona Wang agar ia memperbaiki serta mengontrol dorongan emosinya. Sebab kalau tidak demikian, tak akan ada orang yang mau berteman dengannya. Demikian alasan nona Chang. Pak Chou menyetujui permintaan nona Chang itu.

Setelah beberapa hari, nona Chang berpapasan dengan nona Wang. Nona Wang dengan penuh ramah dan sopan menegur nona Chang. Sejak itu nona Chang melihat adanya perubahan besar dalam diri nona Wang, yang kelihatannya seakan-akan telah berubah menjadi seorang peribadi baru, seorang peribadi yang menyenangkan dan disukai banyak orang.

Nona Chang lalu bertemu Pak Chou untuk mengungkapkan rasa terima kasihnya, serta menanyakan resep yang dipakai Pak Chou menasihati nona Wang. Pak Chou menjawab: 'Saya hanya berkata kepada nona Wang: Saat ini ada banyak orang yang memuji dan mengagumimu. Terutama nona Chang secara istimewa mengatakan bahwa engkau sangat lemah lembut, tahu mengontrol emosi, serta disukai banyak orang'.

Nona Chang tertegun akan kehebatan Pak Chou yang telah mengubah peribadi nona Wang itu.

Pujian adalah bunyi yang paling indah dari segala jenis bunyi-bunyian.

Pesan Tuhan dari kisah Nabi Yunus


Minggu  pagi 9 September 2012

1. Jangan jauh dari TUHAN
(Yunus 1:1-3)
         1:1 Datanglah firman TUHAN kepada Yunus bin Amitai, demikian:
         1:2 "Bangunlah, pergilah ke Niniwe, kota yang besar itu, berserulah terhadap mereka, karena kejahatannya telah sampai kepada-Ku."
         1:3 Tetapi Yunus bersiap untuk melarikan diri ke Tarsis, jauh dari hadapan TUHAN; ia pergi ke Yafo dan mendapat di sana sebuah kapal, yang akan berangkat ke Tarsis. Ia membayar biaya perjalanannya, lalu naik kapal itu untuk berlayar bersama-sama dengan mereka ke Tarsis, jauh dari hadapan TUHAN.

Penyebab jauh dari TUHAN
  1. Yunus merasa berdosa, karena disuruh Tuhan tapi tidak melakukan. Disuruh pergi ke Niniwe, tapi dia tidak lakukan. ketika Yunus merasa bersalah, dia tidak bisa ketemu Tuhan. Biarlah kita bereskan dosa itu di hadapan Tuhan dan mengalami pemulihan di dalam nama Tuhan Yesus Kristus.
  2. Yunus kecewa. Yunus merasa Niniwe itu kan musuhnya Israel, isinya orang jahat semua, kenapa disuruh pergi ke sana? Kenapa bukan ke tempat lain? Dia kecewa. Biarlah kita semua mengasihi satu sama lain, jangan ada yang kecewa.
  3. Daya tarik dunia. Tarsis rupanya dulu adalah kota perdagangan, berbicara akan dunia,  cinta akan uang. Yunus ke Tarsis menuju kepada dunia. Yunus lebih tertarik kepada daya tarik dunia, jauh daripada Tuhan.

2. Jangan menghakimi (Matius 7:1-5)
         7:1 "Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi.
         7:2 Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.
         7:3 Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?
         7:4 Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu.
         7:5 Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu."

         Selumbar adalah serpihan kayu. Begitu kecil , kita lebih mudah melihat kekurangan orang, biarpun kecil sekali.
         Dan waktu Yunus dengar kabar bahwa orang-orang Niniwe bertobat, diselamatkan Tuhan, Yunus marah dan protes kepada Tuhan. Yunus tidak mengira bahwa Tuhan memberikan keselamatan bagi orang-orang Niniwe, dia protes sama Tuhan. Kalau kita jujur pagi ini, saya juga jujur di hadapan Tuhan, kalau ada orang yang merugikan kita, mengecewakan kita, orang yang membuat marah kita, menusuk kita dari belakang, tetapi lalu Tuhan berkati, kita marah atau tidak?

3. Beritakan kabar baik!
         Yunus diutus ke Ninewe agar penduduk Ninewe bertobat ( Yunus 1:2)
         Tuhan mencari siapa yang mau diutus untuk memberitakan kabar baik  (Yesaya 6:8)
         Pergi dan memberitakan injil adalah perintah Tuhan Yesus ( Mat  28:19-20)
         Memberitakan kabar baik adalah “indah “ dimata Tuhan (Roma 10:15)


Sumber : Pdt. Debora Enny

Kamis, 12 Januari 2012

KUASA DARAH YESUS


KUASA DARAH YESUS
Minggu Pagi 8 Januari 2012

1 Petrus 1:18-19
1:18 Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas,
1:19 melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.


1.Darah yang berkuasa untuk mengampuni dosa.
Mat 26:28 (Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa).
Ketika kita percaya kepada Yesus, berarti kita diampuni, dibebaskan dari tuntutan hukuman. Karena darah Yesus itu tercurah/keluar lewat suatu penghukuman dan penderitaan yang luarbiasa. Dia sudah menanggung penghukuman bagi kita.

2.Darah Yesus membenarkan kita.
Rom.5:9 (Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah).
Kita walaupun kenyataannya belum benar, namun statusnya adalah orang benar. Walaupun kita belum sempurna, darah Yesus berkuasa merubah status menjadi orang benar.

3.Darah Yesus berkuasa untuk menguduskan kita.
Ibrani 13:12 (Itu jugalah sebabnya Yesus telah menderita di luar pintu gerbang untuk menguduskan umat-Nya dengan darah-Nya sendiri).
Kudus itu berarti dipisahkan bagi Allah. Itulah sebabnya kita dapat melayani Tuhan. Lewat darah Yesus kita dikuduskan dan dilayakkan untuk melayani: berkhotbah, WL, Singer, diaken, dll. Kita bukan dari dunia, tetapi dari sorga. Kewarganegaraan kita adalah sorga, dan akan kembali ke sorga.

4.Darah Yesus menebus kita.
Efesus 1:7 (Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya)
Bukan menebus yang Dia suka, tetapi semua umat manusia sepanjang zaman ini. Ketika kita berdosa, kita berada dibawah kekuasaan dosa (=iblis). Dan, darah Yesus yang tercurah itu berkuasa untuk menebus kita dari kuasa dosa dan membuat kita menjadi milik Kristus. Mengapa menebusnya pakai darah?
Imamat 17:11 (Karena nyawa makhluk ada di dalam darahnya dan Aku telah memberikan darah itu kepadamu di atas mezbah untuk mengadakan pendamaian bagi nyawamu, karena darah mengadakan pendamaian dengan perantaraan nyawa)
Yang ditebus adalah nyawa, sebab itu yang dipakai untuk menebusnya adalah dengan nyawa. Dan, nyawa ada di dalam darah.

5.Darah Yesus mendamaikan kita.
Roma 3:25 (Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya).
Hal ini dibuat-Nya untuk menunjukkan keadilan-Nya, karena Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaran-Nya 
Ibrani 10:19. (Jadi, saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus)
Pada awalnya kita (karena dosa) adalah seteru Allah. Dan lewat darah Yesus kita diperdamaikan dengan Allah. Hubungan kita menjadi dekat: Bapa dengan anak.

6.Darah Yesus berkuasa mengalahkan iblis.
Wahyu 12:10-11 (Dan aku mendengar suara yang nyaring di sorga berkata: "Sekarang telah tiba keselamatan dan kuasa dan pemerintahan Allah kita, dan kekuasaan Dia yang diurapi-Nya, karena telah dilemparkan ke bawah pendakwa saudara-saudara kita, yang mendakwa mereka siang dan malam di hadapan Allah kita. Dan mereka mengalahkan dia oleh darah Anak Domba, dan oleh perkataan kesaksian mereka.Karena mereka tidak mengasihi nyawa mereka sampai ke dalam maut)
Kuasa darah Yesus membawa kemenangan bagi kita. Perkatakan itu setiap saat. 

sumber : Pdt. Debora Enny S