UCAPAN

SELAMAT DATANG DAN TERIMAKASIH TELAH MENGUNJUNGI BLOG " GBI DEBEGAN " TUHAN YESUS MEMBERKATI ANDA.

Selasa, 28 Desember 2010

Rajawali yang cerdik

 
 

Dikirim kepada Anda oleh Debora melalui Pustaka Google:

 
 

via Catatan Facebook Kisah-kisah Inspiratif oleh Kisah-kisah Inspiratif pada 10/12/25

Di Suatu hari yang panas seekor rajawali sangat haus dan ingin minum. Sungai amat jauh dan sangat melelahkan jika terbang ke sana untuk minum. Ia tidak melihat kolam air di mana pun. Ia terbang berputar-putar. Akhirnya ia melihat sebuah buyung di luar rumah. Rajawali terbang turun ke buyung itu. Di sana ada sedikit air di dasar buyung. Rajawali memasukkan kepalanya ke dalam buyung tetapi ia tidak menggapai air itu. Ia memanjat ke atas buyung. Ia memasukkan lagi kepalanya ke dalam buyung tetapi paruhnya tidak bisa mencapai air itu.

 

Kemudian ia mencari akal.

Rajawali itu terbang tinggi dan kemudian turun menuju ke buyung untuk memecahkannya dengan paruhnya tetapi buyung itu amat kuat. Ia tidak dapat memecahkannya. Rajawali itu keluar terbang kearah buyung kemudian ia menabrakkan sayapnya. Ia mencoba memecahkannya, agar airnya akan keluar membasahi lantai. Tetapi buyung itu amat kuat. Rajawali itu amat letih bila harus terbang lebih jauh lagi. Ia berpikir ia akan mati kehausan.

 

Rajawali itu duduk termenung di sarangnya. Ia berpikir terus menerus Ia tidak mau mati karena kehausan. Ia melihat banyak batu-batu kecil di tanah. Ia mendapatkan ide. Ia mengambil batu itu dan memasukkannya ke dalam buyung. Ia memasukkan dan memasukkan terus. Air itu naik lebih tinggi setiap kali batu jatuh ke dalam buyung. Buyung itu hampir penuh dengan batu. Air telah naik sampai ke permukaan. Rajawali yang pintar itu memasukkan paruhnya dan ia mendapatkan air. Pepatah mengatakan bahwa " Jika ada kemauan pasti ada jalan. " Rajawali itu telah membuktikan

 

Repost from Debora Eunike Hartoyo


 
 

Beberapa hal yang dapat Anda lakukan dari sini:

 
 

Selasa, 07 Desember 2010

Investasi di Sorga

 
 

Dikirim kepada Anda oleh Debora melalui Pustaka Google:

 
 

via Catatan Facebook Sinar Viktori Gemilang oleh Sinar Viktori Gemilang pada 10/12/07

"Yesus menjawab mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang. Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya." (Yohanes 6:26-27)

 

 

 

Dengan 5 roti dan 2 ikan 5000 orang laki-laki belum termasuk wanita dan anak-anak telah dikenyangkan Yesus dan masih sisa 12 bakul. Peristiwa itu ternyata menarik perhatian mereka sehingga berusaha mengikuti dan mencari Yesus. Akhirnya mereka menemukannya di Kapernaum di dalam rumah Ibadat.

 

Kesempatan itu Yesus manfaatkan untuk mengajar. Jikalau kemarin mereka makan roti yang membuat kenyang sementara waktu (sebab akan lapar lagi beberapa jam kemudian) maka sekarang Yesus mengarahkan perhatian mereka kepada sesuatu yang lain, sesuatu yang sangat jauh lebih penting, yaitu roti hidup yang kekal, tubuh-Nya sendiri yang akan dikorbankan demi kehidupan kekal bagi mereka yang percaya kepada-Nya. Ia berkata : "Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan kuberikan untuk hidup dunia." (Yohanes 6:51).

 

Bagi mereka pengajaran Yesus itu terlalu keras dan banyak dari mereka yang mengundurkan diri dan meninggalkan Yesus (Yohanes 6:60-66). Mereka meninggalkan Yesus setelah kemarin melihat Tuhan melakukan mujizat dan mengalami sendiri mujizat itu. Mereka tidak percaya lagi kepada Yesus. Sungguh tragis. Mereka datang mencari Yesus hanya karena roti (berbicara masalah ekonomi, kebutuhan), bukan mencari pribadi Tuhan Yesus si pembuat mujizat itu. Tatkala Yesus menawarkan kehidupan yang kekal itu, mereka segera menolaknya.

 

Apa yang menjadi alasan Saudara datang mencari Yesus? Apakah Saudara datang karena berbagai kebutuhan, butuh pertolongan, kesembuhan dan lain-lain? Saudara tidak salah, Yesus justru mengundang semua orang yang letih lesu dan berbeban berat supaya diberi kelegaan. Tetapi jangan karena hal itu semata yang menjadi alasan kita datang kepada Tuhan. Yang terutama adalah ingin bertemu dengan pribadi Yesus Raja Sorga serta kebenaran-Nya. Berapa banyak orang datang ke gereja tetapi tidak bertemu dengan Yesus. Mereka tidak pernah dipuaskan.

 

Apa maksud Yesus dengan "bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal"? Bekerja atau berusahalah lebih keras untuk makanan yang dapat bertahan sampai kepada hidup yang kekal melebihi makanan yang akan dapat binasa. Berusaha mati-matian untuk hal-hal rohani (hal yang sungguh-sungguh diperlukan jiwa, kehidupan kekal melalui Yesus Kristus).

 

Yesus Kristus Raja Sorga itu menganjurkan agar kita jangan mengumpulkan harta di bumi dimana ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkarnya, melainkan carilah harta di Sorga yang tidak akan rusak oleh ngengat, karat dan tidak akan hilang (Matius 6:19-21). Yesus sedang menyatakan hukum-hukum kerajaan Sorga. Bagi mereka yang ingin masuk kerajaan itu (Sorga) haruslah memperhatikannya.

 

Banjir di Jakarta beberapa waktu lalu memperlihatkan kepada kita kerusakan-kerusakan harta benda. Rumah-rumah berlumpur, mobil mewah rusak, perabotan terendam banjir. Betapa fananya benda-benda itu. Ini menjadi peringatan kepada kita semua terutama bagi mereka yang menjadikan hal-hal yang kelihatan dan fana sesuatu yang terbaik, yang menaruh pengharapannya pada hal-hal yang sementara ini.

 

Maksud dari "jangan mengumpulkan harta di bumi" adalah: 

 

1. Jangan menganggap perkara-perkara di bumi ini menjadi yang terutama. Boleh memiliki harta di dunia ini tetapi sebagai hal-hal yang tidak dapat dibandingkan dengan perkara-perkara sorga. Jangan ingin akan barang-barang tersebut sampai melimpah ruah (jangan dengan sikap tidak pernah puas). Mengucap syukurlah dalam segala hal.

 

2. Jangan menaruh iman/pengharapan kepada harta duniawi.

 

3. Janganlah kepuasan kita bergantung pada harta duniawi. Kepuasan kita jika kita sudah mengumpulkan harta di sorga yang kekal.

 

Lukas 12:15, "Kata-Nya lagi kepada mereka: "Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu." Mengapa?

 

Amsal 23:4-5, "Jangan bersusah payah untuk menjadi kaya, tinggalkan niatmu ini. Kalau engkau mengamat-amatinya, lenyaplah ia, karena tiba-tiba ia bersayap, lalu terbang ke angkasa seperti rajawali."

 

1 Yohanes 2:15, "Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya." Pada ayat 17, "Dunia ini sedang lenyap dengan segala keinginannya."

 

Semua harta duniawi ini bisa hilang oleh pencuri, merosot oleh ngengat dan karat. Tuhan Yesus Raja Sorga itu menasehatkan kita agar menjadikan dunia yang akan datang (Sorga) sebagai tempat investasi. Dunia yang akan datang (Sorga) harus kita utamakan. Dunia yang akan datang (Sorga) menjadi kesukaan dan tujuan hidup kita.

 

Jadilah investor-investor di Kerajaan Sorga.

Investasikan harta, waktu dan seluruh hidupmu bagi sesuatu yang bernilai kekal. Tahukan Saudara keuntungan yang akan kita peroleh jika kita investasi di tempat itu? Kita akan memperoleh sesuatu yang kekal, yang kualitasnya tidak dapat dibandingkan dengan apapun di bumi ini. Dalam 1 Petrus 1:4, "untuk menerima suatu bagian yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar dan yang tidak dapat layu, yang tersimpan di sorga bagi kamu."

 

Dimana hati kita, di sanalah kasih kita. Jika hati kita di dunia, maka disinilah pengharapan kita, disinilah pikiran kita, disinilah hati kita. Jangan taruh hatimu di dunia ini, tapi di surga yang kekal karena kita sudah invest di sana. Haleluya!

 

 

YESUS KRISTUS mengasihi Anda..

 

 

 

 

 

 

(Sumber: Pdp. Edison Sinurat )

 

 

 


 
 

Beberapa hal yang dapat Anda lakukan dari sini:

 
 

Mau ke Sorga atau ke Neraka Selamanya?

 
 

Dikirim kepada Anda oleh Debora melalui Pustaka Google:

 
 

via Catatan Facebook Sinar Viktori Gemilang oleh Sinar Viktori Gemilang pada 10/12/07

Apa yang terjadi jika seorang yang beriman meninggal dan apa yang terjadi bila seorang yang tidak beriman meninggal ? Alkitab cukup jelas tentang hal ini. Di 2 Korintus 5:8 kita baca: "Tetapi hati kami tabah, dan terlebih suka kami beralih dari tubuh ini untuk menetap pada Tuhan."

 

Di Filipi pasal 1 kita juga menemukan bahasa yang sama. Ketika kita diselamatkan, kita diberikan kebangkitan roh yang baru dimana kita juga mendapatkan hidup yang kekal. Kematian jasmani adalah pemisahan roh dari tubuh, jadi roh kita meninggalkan tubuh kita yang akan dimasukkan ke dalam kubur, dan roh kita akan pergi untuk hidup dan memerintah bersama dengan Kristus di sorga. Dan di 1 Tesalonika 3:13 kita baca: "Kiranya Dia menguatkan hatimu, supaya tak bercacat dan kudus, di hadapan Allah dan Bapa kita pada waktu kedatangan Yesus, Tuhan kita, dengan semua orang kudus-Nya."

 

 

Dan di 1 Tesalonika 4:13-15 kita baca: "Selanjutnya kami tidak mau, saudara-saudara, bahwa kamu tidak mengetahui tentang mereka yang meninggal, supaya kamu jangan berdukacita seperti orang-orang lain yang tidak mempunyai pengharapan. Karena jikalau kita percaya, bahwa Yesus telah mati dan telah bangkit, maka kita percaya juga bahwa mereka yang telah meninggal dalam Yesus akan dikumpulkan Allah bersama-sama dengan Dia. Ini kami katakan kepadamu dengan firman Tuhan: kita yang hidup, yang masih tinggal sampai kedatangan Tuhan, sekali-kali tidak akan mendahului mereka yang telah meninggal."

 

Pada hari terakhir, Kristus akan datang dengan semua orang kudus-Nya, yaitu mereka yang sudah mati dan diselamatkan, yang dalam keadaan roh tetap hidup bersama dengan-Nya di sorga. Dan pada hari terakhir, tubuh mereka semua akan dibangkitkan untuk mendapatkan tubuh yang baru yang sudah dipermuliakan dan tidak dapat binasa, dan mereka akan kembali menjadi satu kepribadian yang utuh lagi.

 

Di pihak lain, ketika seorang yang belum diselamatkan meninggal, rohnya tidak menerima kehidupan yang kekal, jadi dia tidak dapat masuk ke dalam sorga. Rohnya akan dipisahkan dari tubuhnya, tubuhnya akan ditaruh didalam kuburan, persis seperti tubuh orang yang beriman dimasukkan dalam kuburan, tetapi roh orang yang tidak beriman akan pergi ke suatu "tempat sunyi" (Mazmur 115:17). Dan disitu mereka "tidak mempunyai kesadaran apa-apa" (Wahyu 20:5) sampai pada hari pengadilan terakhir ketika mereka akan dibangkitkan dan berdiri sebagai kepribadian yang utuh di hadapan takhta pengadilan Tuhan. Di Yohanes 5:28-29 Tuhan berkata: "Janganlah kamu heran akan hal itu, sebab saatnya akan tiba, bahwa semua orang yang di dalam kuburan akan mendengar suara-Nya, dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum."

Mereka yang telah meninggal dunia dan tidak diselamatkan akan dibangkitkan untuk diadili dan mereka akan diadili bersama-sama dengan semua orang yang tidak diselamatkan yang masih hidup di bumi ketika Kristus datang kembali untuk yang kedua kalinya. Mereka yang diadili sudah pasti akan ditemukan bersalah atas dosa-dosa mereka dan kemudian hukuman dijatuhkan yaitu dibuang ke neraka untuk selama-lamanya.

 

Sedangkan untuk sekarang ini, mereka yang sudah mati tapi tidak diselamatkan tidak dapat langsung pergi ke neraka sebab mereka belum resmi diadili, dan mereka akan diadili pada hari terakhir. Hal ini menunjukkan bahwa kita semua sungguh-sungguh memerlukan Juruselamat untuk menebus dosa-dosa kita sebab pilihannya adalah amat mengerikan untuk direnungkan.

 

Saya mempunyai pertanyaan, anda berkata kalau seorang yang belum diselamatkan mati dia akan pergi ke tempat yang sunyi. Tetapi pendeta di gereja saya berkata bahwa orang yang belum diselamatkan akan disiksa sampai hari terakhir, dan Wahyu 20:13-14 mendukung hal ini.

 

Tidak, itu tidak bisa terjadi seperti itu. Orang-orang yang tidak diselamatkan tidak bisa dijatuhi hukuman sebelum mereka diadili, jadi harus ada pengadilan terlebih dahulu dan pengadilan itu akan dilangsungkan pada hari terakhir. Tuhan tidak bisa memasukkan seseorang ke dalam neraka sebelum mereka diadili dan ditemukan bersalah. Mari kita lihat Wahyu 20:13-14, tetapi sebelumnya mari kita baca Wahyu 20:5: "Tetapi orang-orang mati yang lain [yaitu orang-orang yang tidak diselamatkan] tidak bangkit [yaitu mereka tidak mempunyai kesadaran apa-apa] sebelum berakhir masa yang seribu tahun itu...."

 

Hal ini terjadi sampai habisnya masa "seribu tahun" secara rohani, dan ini adalah "kesempurnaan masa" (completeness) yang telah ditetapkan oleh Tuhan untuk mereka. Kemudian di ayat 13 kita baca: "Maka laut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya [ini berarti bagaimanapun mereka mati dan dikubur sewaktu mereka meninggal dunia, Tuhan mampu untuk membangkitkan mereka pada hari terakhir], dan maut dan kerajaan maut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya,...."

 

Sekarang anda lihat neraka adalah berarti "berada di bawah murka Tuhan", dan sebetulnya setiap orang yang belum diselamatkan mereka masih berada dibawah murka Tuhan. Mereka belum dibuang ke dalam neraka karena mereka harus diadili terlebih dahulu. Semua orang yang secara fisik hidup di bumi dan belum diselamatkan secara spiritual mereka juga berada di neraka. Ungkapan "maut" menunjuk kepada dunia orang mati dan ungkapan "kerajaan maut" menunjuk kepada dunia orang yang masih hidup tetapi belum diselamatkan. Itulah mengapa kita baca di ayat 11 dan 12: "ada suatu takhta putih yang besar, dan orang-orang mati, besar dan kecil, berdiri di depan takhta itu. Lalu dibuka semua kitab."

 

Jadi mereka yang tidak diselamatkan akan berdiri di depan tahta pengadilan itu pada hari terakhir, mereka sudah pasti akan ditemukan bersalah dan kemudian dibuang ke dalam lautan api, yaitu dihukum untuk selama-lamanya, apinya tidak akan padam dan asapnya akan membubung terus untuk selama-lamanya (Wahyu 14:11, Yesaya 66:24).

 

Bisakah anda memberitahukan kepada saya dimana dikatakan bahwa orang mati yang belum diselamatkan pergi ke tempat sunyi? Ya, ini ada tertulis di dalam kitab Mazmur. Sebelumnya kita sudah lihat di Wahyu 20:5, bahwa "orang-orang mati yang belum diselamatkan tidak bangkit", atau mereka tidak mempunyai kesadaran apa-apa sampai pada hari terakhir, dan kemudian di Mazmur 115:17, kita baca: "Bukan orang-orang mati akan memuji-muji TUHAN, dan bukan [tidak juga - KJV] semua orang yang turun ke tempat sunyi,"

 

Orang mati yang dimaksud di bagian yang pertama adalah orang-orang yang "mati secara rohani" tetapi masih hidup didunia ini, sedangkan bagian yang kedua menyatakan bila orang yang belum diselamatkan meninggal dunia, roh mereka akan pergi ke tempat "tempat sunyi". Kemudian perhatikan di ayat berikutnya kita baca di ayat 18: "tetapi kita, kita akan memuji TUHAN, sekarang ini dan sampai selama-lamanya. Haleluya!"

 

Anda lihat kalau kita sudah diselamatkan, kita menerima "kebangkitan jiwa yang baru", dimana bersamaan dengan itu kita juga diberikan hidup yang kekal. Jadi ketika kita tubuh fisik kita mati, hidup kita tidak akan berakhir, karena kita masih akan mempunyai kesadaran (didalam roh). Kita akan terus memuji Tuhan karena para malaikat akan menjemput jiwa kita untuk dibawa masuk ke dalam surga, dimana kita akan hidup dan memerintah bersama dengan Kristus sampai pada hari terakhir. Dan di hari terakhir nanti kita baru akan menerima kebangkitan tubuh yang baru, yaitu, tubuh yang sudah dimuliakan dan tidak dapat binasa.

 

 

YESUS KRISTUS mengasihi Anda..

 

 

 

 

 

 

(Sumber: artikel.sabda.org)



 
 

Beberapa hal yang dapat Anda lakukan dari sini: