UCAPAN

SELAMAT DATANG DAN TERIMAKASIH TELAH MENGUNJUNGI BLOG " GBI DEBEGAN " TUHAN YESUS MEMBERKATI ANDA.

Jumat, 06 Agustus 2010

Simon Petrus

Murid yang bernama Simon Petrus adalah seseorang yang penuh dengan kekontrasan. Di Kaisarea Filipi, Yesus bertanya.: "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?" Segera Petrus menjawab, "Engkau adalah Mesias Anak Allah yang hidup! (Matius 16: 15-16). Tetapi tujuh ayat kemudian, kita membaca, "Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping, dan menegur Dia …". Beralih dan satu tindakan ekstrem kepada tindakan ekstrem yang lain merupakan sifat khas Petrus.

Ketika Yesus hendak membasuh kaki Petrus di Ruang Atas, murid yang emosiona1 ini berseru, "Engkau tidak akan membasuh kakiku sampai selama-lamanya." Namun, ketika Yesus bersikeras, Petrus berkata, "Tuhan, janganhanya kakiku saja, tetapi juga tangan dan kepalaku!" (Yohanes 13:8-9).

Pada malam terakhir mereka bersama-sama, Petrus berkata kepada Yesus, "Biarpun mereka semua tergoncang imannya, aku tidak" (Markus 14:29). Namun dalam beberapa jamsaja, Petrus bukan saja menyangkal Yesus, tetapi bahkan mengutuk Dia (Markus 14:71).

Sifat gampang berubah pendirian dan sulit diduga ini sering menyusahkan Simon Petrus. Namun Roh Kudus membentuknya menjadi seorang yang mantap, pemimpin yang dinamis dari gereja mula-mula, seorang yang "setegar batu karang" (Petrus berarti "batu karang") dalam segala hal.

Para penulis Perjanjian Bam menggunakan empat nama yang berbeda ketika mengacu kepada Petrus, Pertama adalah nama Ibrani Simeon (Kisah 15: 14), yang kira-kira berarti "mendengar." Yang kedua adalah Simon, bentuk Yunani untuk Simeon, Yang ketiga adalah Kefas, bahasa Aram untuk "batu karang" Nama yang keempat adalah Petrus bahasa Yunani untuk "batu karang"; para penulis Perjanjian Bam lebih sering menggunakan nama ini dibandingkan ketiga nama yang lain.

Ketika Yesus bertemu orang ini untuk pertama kalmya, Ia herkata, "Engkau Simon, anak Yohanes (Yunus), engkau akan dinamakan Kefas" (Yohanes 1:42). Yunus adalah nama Yunani, yang artinya "burung merpati" (bdg. Matius 16: 17; Yohanes 21: 15-17), Beberapa versi baru menerjemahkannya sebagai "Yohanes."

Petrus dan saudaranya Andreas, adalah nelayan di Danau Galilea (Matius 4:18; Markus 1:16). Ia berbicara dengan aksen orang Galilea, dan kebiasaan-kebiasaannya yang aneh membuat orang mengenalinya sebagai seorang penduduk asli daerah perbatasan Galilea (bdg. Markus 14:70). Saudaranya, Andreas, yang membawanya kepada Yesus (Yohanes 1.40-42).

Ketika Yesus terpaku di kayu salib, Petrus kemungkinan berada bersama-sama dengan kelompok dari Galilea yang "berdiri jauh-jauh dan melihat semuanya itu" (Lukas 23:49). Dalam 1 Petrus 5: 1 ia menulis, "Aku sebagai teman penatua, dan saksi penderitaan Kristus..."


Simon Petrus selalu menempati urutan teratas dalam daftar para rasul dalam setiap kisah Injil. Hal ini memberi kesan bahwa para penulis Perjanjian Baru menganggap dia sebagai yang paling penting di antara Kedua belas murid. Ia tidak menulis sebanyak Yohanes atau Matius, tetapi ia muncul sebagai pemimpin yang paling berpengaruh di gereja yang mula-mula. Sekalipun ada 120 pengikut Yesus yang menenma pencurahan Roh Kudus pada hari Pentakosta, Alkitab hanya mencatat perkataan Petrus (Kisah 2: 14-40).

Petruslah yang menyarankan agar para rasul segera mencari pengganti Yudas Iskariot (Kisah 1:22). Ia dan Yohanes adalah murid-murid pertama yang mengadakan mujizat setelah hari Pentakosta, yaitu menyembuhkan seorang lumpuh di Gerbang Indah Kota Yerusalem (Kisah 3: 1-11).

Kitab kisah Para Rasul banyak menceritakan mengenai perjalanan-perjalanan Paulus, tetapi Petrus juga banyak melakukan perjalanan. la mengunjungi Antiokhia (Galatia 2:11), Korintus (I Kor. 1:12), dan mungkin juga Roma. Eusebius menyatakan bahwa Petrus disalibkan di Roma, kemungkinan pada masa pemerintahan Kaisar Nero.

Petrus merasa bebas untuk melayani orang-orang bukan Yahudi (lihat Kisah pasal 10), tetapi ia lebih dikenal sebagai rasul bagi orang Yahudi (Galatia 2:8 ). Sewaktu Paulus semakin giat dalam pelayanan gereja, dan orang-orang Yahudi semakin membenci kekristenan, Petrus berangsur hilang di latar belakang kisah Perjanjian Baru.

Gereja Katolik Roma merunut otoritas Paus sampai kepada Petrus, karena diduga bahwa Petrus adalah Uskup gereja di Roma ketika ia mati. Tradisi mengatakan bahwa Basilika St. Petrus di Roma dibangun di atas tempat Petrus dikuburkan. Penggalian-penggalian modern di bawah gereja kuno itu memperlihatkan sebuah kuburan kuno Romawi dan beberapa makam lainnya yang secara tergesa-gesa digunakan untuk menguburkan orang Kristen. Jika kita membaca kitab-kitab Injil dan bagian awal dari Kitab Kisah Para Rasul secara teliti, tampak kecenderungan untuk mendukung tradisi bahwa Petrus adalah tokoh utama gereja yang mula-mula. Tradisi bahwa Petrus merupakan tokoh pemimpin gereja rasuli mendapat dukungan kuat.


DI MANAKAH PETRUS DIKUBURKAN?


Tradisi Katolik Roma tetap beranggapan bahwa Petrusdikuburkan di bawah bangunan megah di Roma yang ;memakai namanya - Basilika Santo petrus. Sekalipun Perjanjian Bam tidak inelaporkan kunjungan Petrus ke Roma, ada bukti historis yang menunjukkan pahwa Petrus telah menghabiskan sedikitnya sebagian dari masa akhir llidupnya di sana. Juga ada rujukan di luar Alkitab(misalnya, karya Acts of Peter) dan sejumlah rujukan dalam tulisan-tulisan para sarjana Gereja abad kedua dan ketiga, yang menegaskan bahwa Petrus meninggal di Roma. Eusebius memberikan tahun 68 sebagai prakiraan tahun kematian Petrus.

Tertulianus dan Origenes, para penulis apologi Kristen pada zaman mula-mula, menyatakan bahwa Petrus dihukum mati dengan cara disalibkan dengan kepala di bawah di Roma. Mereka mengatakan bahwa Petrus adalah satudari ribuan orang Kristen yang mati dianiaya oleh Kaisar Nero. Kemungkinan Petrus dihukum mati di Taman Kaisar Nero, tempat kompleks Vatikan kini berdiri. Menurut Tertulianus dan Origenes, Petrus dikuburkan dekat kaki bukitVatikan. Gayus dari Roma (sekitar abad ketiga) menyebutkan kubumya.

Konon tulang-tulang Petrus .dimasukkan ke dalam sebuah makam di Jalan Apius, ketika Kaisar Valerianus mulai menganiaya orang Kristen (tahun 258 ). Di sanalah tulang-tulangnya tersimpan, bersama dengan tulang-tulang Paulus, selamat dari usaha Kaisar yang mengancam akan memporak-porandakan tanah pekuburan Kristen. Kemudian hari, tulang-tulang Petrus dikembalikan ke kubur semula, dan sekitar tahun 352 Kaisar Konstantinus mendirikan sebuah basilika yang megah di atas lokasi di kaki bukit Vatikan. Basilika ini yang kemudian digantikan oleh Basilika Santo Petrus pada abad ke-16.

Selama berabad-abad, Basilika Santo Petrus merupakan tempat suci yang paling dihormati di dunia Barat. Ribuan peziarah melakukan perjalanan ke Roma setiap tahun untuk berdoa di lokasi tempat Petrus konon dimakamkan. Meskipun demikian, pada tahun-tahun terakhir ini para pakar mempertanyakan pernyataan bahwa Petrus dikuburkan di bawah Basilika. Para arkeolog Vatikan mengadakan beberapa pengga1ian pada awal tahun 1960-an untuk menyelidiki pemyataan yang sudah berabad-abad itu.Mereka menemukan sebuah kuburan Romawi dari abad pertama, dengan sebuah makam yang digali dengan tergesa-gesa, yang mungkin adalah makam Petrus. Para penyelidik Vatikan itu merasa bahwa ini merupakan kesimpulan yang masuk akal.
Gayus menulis bahwa makam-makam para rasul terletak dekat Vatikan, di jalan menuju Ostia; ini menunjukkan kemungkinan lokasi yang lain.


Image
BASILIKA SANTO PETRUS
Menurut tradisi, Petrus dihukum mati dalam arena sirkus Kaisar Nero, di mana ribuan orang Kristen menderita sampai mali sebagai martir, Pada tahun 319, Kaisar Konstantinus menghancurkan arena tersebut dan mendirikan di alas fondasi sebelah utaranya, Basilika Santo Petrus yang pertama, Struktur bangunan yang ada sekarang dimulai pada rahun 1450 dan membutuhkan 176 tahun untuk diselesaikan. Michelangelo yang merancang kubah yang megah. Santo Petrus adalah bangunan gereja terbesar yang ada di dunia.

sumber : www.sarapanpagi.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar